Thursday, March 10, 2022

Bab 78 Novel Twilight (NEW MOON) – KELUARGA - Baca Di Sini

Novel Twilight (New Moon), ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight (New Moon) Bab 78 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – KELUARGA Bab 78

"Yang satu ini selamat," kata Embry, mengacungkan kets putih.

"Jadi Jake bisa melompat-lompat," imbuhnya sambil tertawa.

Jared mulai mengumpulkan cabikan-cabikan kain dari tanah.

"Bisa tolong ambilkan sepatu Sam? Yang lain-lain akan langsung dibuang ke tong sampah."

Embry menyambar sepatu-sepatu itu, lalu berlari-lari kecil ke tempat Sam menghilang tadi. Sejurus kemudian ia muncul lagi dengan jins dipotong pendek tersampir di lengan. Jared mengumpulkan cabikan-cabikan pakaian Jacob dan Paul. Mendadak ia seperti teringat padaku. Ia memandangiku dengan saksama, menilai.

Novel Twilight (NEW MOON)


"Hei, kau tidak mau pingsan atau muntah atau sebangsanya, kan?" desaknya.

“Rasanya tidak,” jawabku terkesiap.

“Kau kelihatan agak pucat. Mungkin sebaiknya kau duduk.”

“Oke,” gumamku. Untuk kedua kalinya pagi itu, aku menyurukkan kepalaku di antara lutut.

"Jake seharusnya memperingatkan kami," keluh Embry.

“Seharusnya dia tidak mengajak ceweknya. Memangnya apa yang dia harapkan bakal terjadi?”

Well, ketahuan deh kalau kita serigala," desah

Embry. "Hebat, Jake."

Aku menengadahkan wajah dan memelototi kedua cowok yang sepertinya menganggap semua ini masalah kecil.

"Kalian sama sekali tidak khawatir memikirkan keselamatan mereka?" tuntutku.

Embry mengerjapkan mata satu kali, terkejut.

"Khawatir? Mengapa?"

"Bisa-bisa mereka saling melukai!" Embry dan Jared tertawa terbahak-bahak.

"Aku justru berharap Paul berhasil menggigitnya," sergah Jared.

"Biar tahu rasa dia." Aku langsung pucat.

"Hah, yang benar saja!" Embry tidak sependapat.

"Kau lihat tidak Jake tadi? Begitu dilihatnya Paul lepas kendali, dia hanya butuh waktu, berapa, setengah detik untuk menyerang? Anak itu benarbenar berbakat."

"Paul sudah lebih lama bertarung. Taruhan sepuluh dolar, dia pasti berhasil meninggalkan bekas luka di tubuh Jake."

“Taruhan diterima. Jake sangat alami. Paul tidak bakal punya kesempatan." Mereka bersalaman, nyengir.

Aku berusaha menghibur diri melihat sikap mereka yang seolah tak peduli, tapi aku tak sanggup               mengenyahkan bayangan brutal serigalaserigala yang bertarung itu dari kepala ku. Perutku mulas, perih dan kosong, kepalaku berdenyutdenyut karena khawatir.

"Ayo kita ke rumah Emily. Dia pasti sudah menyiapkan makanan." Embry menunduk memandangiku.

"Keberatan tidak mengantar kami ke sana?"

"Tidak masalah," jawabku dengan suara tercekik.

Jared mengangkat sebelah alis.

"Mungkin sebaiknya kau saja yang nyetir, Embry. Dia masih kelihatan seperti mau muntah."

"Ide bagus. Mana kuncinya?" Embry bertanya padaku.

"Masih di lubangnya." Embry membuka pintu penumpang.

"Naiklah," katanya dengan nada riang, mengangkatku dengan sebelah tangan dan mendudukkanku di jok mobil. Diamatinya ruang kosong yang tersisa di kabin depan.

"Kau terpaksa duduk di bak belakang" katanya pada Jared.

"Tidak apa-apa. Soalnya aku gampang jijik. Aku tidak mau berada di dalam sana kalau dia muntah nanti."

"Aku berani bertaruh dia lebih kuat daripada itu. Dia kan bergaul dengan vampir."

“Lima dolar?" tanya Jared.

"Beres. Aku jadi merasa tidak enak, mengambil uangmu seperti ini."

Embry naik dan menyalakan mesin sementara Jared melompat cekatan ke bak belakang. Begitu pintu ditutup, Embry bergumam padaku,

"Jangan muntah, oke? Aku cuma punya sepuluh dolar, dan

kalau Paul menggigit Jacob..."

"Oke." Bisikku, Embry menjalankan truk. mengantar kami kembali ke perkampungan.

"Hei. bagaimana cara Jake mengakali aturan itu?”

"'Mengakali... apa?"

"Eh, perintah itu. Kau tahu, untuk tidak membocorkan rahasia. Bagaimana cara dia memberi tahu hal ini padamu?"

"Oh, itu," kataku, ingat bagaimana Jacob berusaha keras menahan keinginan untuk membeberkan hal sebenarnya padaku semalam.

"Dia tidak mengatakan apa-apa. Aku bisa menebak dengan benar."

Embry mengerucutkan bibir, tampak terkejut.

"Hmm. Kurasa boleh juga kalau begitu."

"Kita mau ke mana?" tanyaku.

"Ke rumah Emily. Dia pacar Sam... bukan, sekarang sudah tunangannya, kurasa. Mereka akan menemui kami di sana setelah Sam berhasil melerai mereka. Dan setelah Paul dan Jake berhasil mendapat baju lagi, kalau masih ada baju

Paul yang tersisa."

"Apakah Emily tahu tentang...?"

“Yeah. Dan hei, jangan memandangi dia terus, ya? Sam bakal marah."

Aku mengerutkan kening padanya. "Kenapa aku ingin memandanginya terus?"

Embry tampak tidak enak hati. "Seperti yang kaulihat barusan tadi, ada risikonya bergaul dengan werewolf Ia buru-buru mengubah topik. "Hei, kau tidak marah kan, soal si pengisap darah berambut hitam yang di padang rumput itu? Kelihatannya dia bukan temanmu, tapi..."

Embry mengangkat bahu. "Tidak, dia bukan temanku."

"Baguslah. Kami tidak mau memulai sesuatu, melanggar kesepakatan, kau tahu."

"Oh ya, Jake pernah bercerita tentang kesepakatan itu, dulu sekali. Kenapa membunuh Laurent berarti melanggar kesepakatan?”

"Laurent," Embry mengulangi, mendengus, seolah-olah geli vampir itu memiliki nama.

"Well, teknisnya sih, kami membuat kesepakatan itu dengan keluarga Cullen. Kami tidak boleh menyerang salah seorang di antara mereka, keluarga Cullen, setidaknya, di luar tanah kami— kecuali mereka lebih dulu melanggar kesepakatan. Kami tidak tahu si pengisap darah berambut hitam itu kerabat mereka atau bukan. Kelihatannya kau mengenalnya."

"Mereka melanggar kesepakatan kalau melakukan apa?"

"Kalau mereka menggigit manusia. Jake tidak mau menunggu sampai sejauh itu."

"Oh. Eh, trims. Aku senang kalian tidak menunggu sampai dia menggigitku."

"Sama-sama." Embry terdengar seperti bersungguh-sungguh.

Embry mengemudikan truk hingga melewati rumah yang terletak paling timur di sisi jalan raya sebelum berbelok memasuki sepotong jalan tanah yang sempit, "Trukmu lamban,” komentarnya.

"Maaf."

Di ujung jalan tampak rumah mungil yang dulu berwarna abu-abu. Hanya ada satu jendela sempit di samping pintu biru yang sudah kusam dimakan cuaca, tapi kotak jendela bawahnya penuh bunga marigold jingga dan kuning cerah, memberi kesan ceria pada rumah itu.

Embry membuka pintu mobil dan menghirup udara dalam-dalam. “Mmmm, Emily sedang memasak."

Jared melompat turun dan bak belakang dan langsung menuju pintu, tapi Embry menghentikannya dengan meletakkan tangan di dadanya. Ia menatapku dengan penuh arti dan berdeham-deham.

“Aku tidak bawa dompet," dalih Jared.

"Tidak apa-apa. Aku tidak akan lupa." Mereka menaiki satu undakan dan masuk ke rumah tanpa mengeruk pintu. Aku mengikuti dengan malu-malu.

Ruang depan, seperti halnya rumah Billy, sebagian besar berupa dapur. Seorang wanita muda, berkulit sehalus satin berwarna tembaga dan rambut lurus panjang berwarna hitam seperti bulu gagak, berdiri di konter dekat bak cuci piring, mengeluarkan kue-kue muffin dari loyang dan menaruhnya di piring kertas. Sesaat aku sempat mengira alasan Embry mengatakan padaku untuk tidak memandanginya adalah karena gadis itu sangat cantik.

Penutup Novel Twilight (New Moon)KELUARGA Bab 78

Gimana Novel twilight (New Moon) – Port KELUARGA Bab 78 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya