Thursday, March 10, 2022

Bab 77 Novel Twilight (NEW MOON) – KELUARGA - Baca Di Sini

Novel Twilight (New Moon), ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight (New Moon) Bab 77 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – KELUARGA Bab 77

14. KELUARGA

AKU mengkeret di samping Jacob, mataku menyapu hutan, mencari werewolf lain. Ketika mereka muncul, melangkah keluar dari sela-sela pepohonan, penampilan mereka tak seperti yang kuharapkan.

Sejak tadi, yang ada dalam pikiranku hanyalah bayangan para serigala. Tapi yang kulihat ini adalah empat cowok setengah telanjang bertubuh sangat besar.

Sekali lagi, mereka mengingatkanku pada kakak-beradik, kembar empat. Dari cara mereka berjalan yang nyaris sinkron satu sama lain, berdiri di seberang jalan di depan kami, bagaimana mereka semua memiliki otot-otot yang panjang dan liat di bawah kulit yang sama-sama cokelat kemerahan, rambut hitam mereka sama-sama dipangkas pendek, serta bagaimana ekspresi mereka mendadak berubah pada saat yang tepat sama.

Awalnya mereka datang dengan sikap ingin tahu dan hati-hati. Tapi begitu melihatku di sana, separo tersembunyi di samping Jacob, amarah mereka langsung meledak pada detik yang sama.

Sam masih yang paling besar, walaupun Jacob sebentar lagi bakal menyainginya. Sam sudah tidak bisa lagi disebut remaja. Wajahnya sudah lebih tua – bukan berarti sudah keriput atau ada tandatanda penuaan, tapi dalam hal kematangan, serta ekspresi sabarnya.

Novel Twilight (NEW MOON)


“Apa yang kaulakukan, Jacob?” tuntutnya.

Salah seorang di antara mereka, yang tidak kukenal—Jared atau Paul—merangsek melewati Sam dan langsung menyemprot Jacob sebelum ia bisa membela diri.

"Mengapa kau tidak bisa mengikuti aturan, Jacob?" teriaknya, mengangkat kedua tangannya

ke udara. "Apa sih yang kaupikirkan? Apakah dia lebih penting daripada segalanya—daripada seluruh suku? Daripada orang-orang yang bakal terbunuh?”

"Dia bisa membantu," jawab Jacob pelan.

"Membantu!" teriak cowok yang marah itu. Kedua lengannya mulai gemetar.

"Oh, mana mungkin! Aku yakin si pencinta lintah itu setengah mati ingin membantu kita!"

“Jangan bicara tentang dia seperti itu!" Jacob balas berteriak, tersinggung mendengar sindiran itu.

Sekujur tubuh cowok itu bergetar hebat, mulai dari bahu hingga ke punggung.

"Paul! Tenang!" Sam memerintahkan.

Paul menggerakkan kepala ke belakang dan ke depan, bukan membantah, tapi seolah-olah seperti berusaha berkonsentrasi.

“Ya ampun, Paul," gerutu salah seorang di antara mereka— mungkin Jared.

"Kendalikan dirimu."

Paul memuntir kepalanya ke arah Jared, bibirnya menekuk ke belakang dengan sikap kesal. Lalu ia beralih menatapku garang. Jacob maju selangkah untuk menamengiku. Tindakannya itu justru membuat amarah Paul semakin menjadi-jadi.

"Betul sekali, lindungi dia!" raung Paul marah.

Tubuhnya kembali bergetar, berguncang hebat, dan kepala sampai kaki Ia mengedikkan kepalanya, geraman terlontar dari sela-sela giginya. "Paul!" Sam dan Jacob berteriak berbarengan. Paul seperti terjungkal ke depan, tubuhnya bergetar dahsyat. Sebelum tubuhnya mencium tanah, terdengar suara robekan keras, dan tubuh cowok itu meledak.

Bulu-bulu perak gelap menyembur keluar dari tubuhnya, mengubahnya menjadi makhluk yang lima kali lebih besar daripada ukuran sebenarnya—makhluk itu sangat besar dan berdiri dengan sikap membungkuk, siap menerkam. Moncong serigala itu tertarik ke belakang, menampakkan gigi-giginya, dan sebuah geraman lagi menggemuruh dari dadanya yang besar. Bola

matanya yang gelap dan berapi-api terpaku padaku.

Detik itu juga Jacob berlari menyeberang jalan, langsung menghampiri monster itu. "Jacob!" jeritku.

Setengah jalan, sekujur tubuh Jacob bergetar hebat. Ia melompat maju, menerjang dalam posisi kepala lebih dulu ke udara yang kosong. Diiringi suara robekan nyaring, Jacob juga

meledak. Ia meledak keluar dari kulitnya— cabikancabikan kain hitam dan Putih terpental ke udara.

Kejadiannya begitu cepat hingga seandainya aku berkedip, seluruh proses transformasi itu pasti akan luput dari penglihatanku.

 

Sedetik sebelumnya Jacob melompat tinggi ke udara, derik berikutnya ia sudah berubah menjadi serigala cokelat kemerahan—sangat besar hingga rasanya tak masuk akal bagiku bagaimana makhluk sebesar itu bisa berada di dalam diri Jacob— menerkam monster berbulu perak yang merunduk. Jacob membungkam serangan si werewolf dengan langsung  menerkam     kepalanya.

Geramangeraman marah bergema seperti halilintar memantul di pepohonan.

Cabikan-cabikan kain hitam dan putih—sisasisa pakaian Jacob jatuh ke tanah tempat ia menghilang tadi.

“Jacob!" jeritku lagi, terhuyung-huyung maju.

"Tetaplah di tempatmu, Bella," Sam memerintahkan. Sulit mendengar suaranya di antara raungan dua serigala yang sedang bertarung. Keduanya saling menggigit dan merobek, gigi mereka yang tajam saling mengarah ke tenggorokkan masing-masing. Serigala Jacob tampaknya berada di atas angin—tubuhnya jelas lebih besar daripada serigala yang lain, dan kelihatannya juga lebih kuat. Ia memukulkan bahunya berkali-kali ke tubuh si serigala abu-abu, memukul mundur ke arah hutan.

"Bawa Bella ke rumah Emily," teriak Sam pada yang lain, yang menonton pertarungan itu dengan asyik.

Jacob berhasil mendorong serigala kelabu itu keluar dari jalan, dan mereka lenyap ke balik hutan, walaupun geraman-geraman mereka masih terdengar nyaring. Sam lari mengejar mereka, menendang sepatunya hingga terlepas sambil berlari. Saat melesat memasuki pepohonan, sekujur tubuhnya bergetar dari kepala sampai kaki.

Geraman dan suara moncong dikatupkan dengan keras berangsur-angsur lenyap. Tiba-tiba suara itu hilang sama sekali dan jalanan langsung lengang.

Salah satu cowok itu tertawa. Aku menoleh dan menatapnya–mataku yang membelalak terasa membeku, seakan-akan aku tak bisa mengerjapkan mata.

Cowok itu sepertinya menertawakan ekspresiku.

"Well, jarang-jarang kan, kau melihat yang seperti itu," tawanya terkekeh-kekeh. Samar-samar aku mengenali wajahnya—lebih kurus daripada yang lain... Embry Call.

"Kalau aku sih sudah sering," sergah cowok yang lain, Jared, menggerutu.

"Setiap hari, malah."

"Ah, Paul kan tidak setiap hari lepas kendali seperti tadi," sergah Embry tak setuju, sambil terus nyengir. "Mungkin dua dalam tiga kali kesempatan."

Jared berhenti untuk memungut sesuatu yang berwarna putih dari tanah. Ia mengacungkannya pada Embry; benda ini menggelantung lemas di tangannya.

"Hancur sama sekali," kata Jared.

"Padahal kata Billy, ini sepatu terakhir yang bisa dibelinya— kurasa mulai sekarang Jacob harus bertelanjang kaki."

Penutup Novel Twilight (New Moon)KELUARGA Bab 77

Gimana Novel twilight (New Moon) – Port KELUARGA Bab 77 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya