Sunday, March 6, 2022

Bab 61 Novel Twilight (NEW MOON) – SEKTE - Baca Di Sini

Novel Twilight (New Moon), ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight (New Moon) Bab 61 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – SEKTE Bab 61

11. SEKTE

SETIAP kali aku membuka mata dan melihat cahaya matahari, menyadari aku telah selamat melewati satu malam lagi, merupakan kejutan bagiku. Setelah pulih dari keterkejutan, jantungku mulai berdetak kencang dan telapak tanganku berkeringat; aku baru bisa bernapas lega setelah

turun dari tempat tidur dan memastikan Charlie juga selamat.

Kentara sekah ia khawatir—melihatku meloncat kaget setiap kah mendengar suara keras, atau wajahku tiba-tiba memucat tanpa alasan jelas.

Dari pertanyaan-pertanyaan yang sesekali diajukannya, Charlie sepertinya menyalahkan ketidakhadiran Jacob sebagai penyebabnya. Ketakutan yang selalu menghantui pikiranku biasanya mengalihkan perhatianku dari fakta bahwa satu minggu lagi telah berlalu, tapi Jacob masih belum meneleponku.

Tapi kalau aku bisa berkonsentasi pada kehidupan normal—kalau hidupku bisa dibilang normal—hal ini membuatku gelisah.

Aku sangat kehilangan dia.

Novel Twilight (NEW MOON)


Rasanya sudah cukup parah ditinggal sendiri sebelum aku ketakutan setengah mati begini. Sekarang, lebih dari sebelumnya aku rindu tawa lepasnya yang riang dan cengirannya yang menular itu.

Aku membutuhkan perasaan aman dan waras yang bisa kuperoleh dengan nongkrong di garasinya serta tangan hangatnya menggenggam jari-jariku yang dingin.

Aku separo berharap ia bakal meneleponku hari Senin. Misalnya ada kemajuan soal Embry, bukankah ia ingin melaporkannya? Aku ingin memastikan kecemasan terhadap temannyalah yang menyita seluruh waktunya, bukan karena ia tak mau lagi berteman denganku.

Aku meneleponnya Selasa, tapi tidak ada yang menjawab. Apakah saluran teleponnya rusak lagi?

Atau Billy sekarang memasang caller ID? Hari Rabu aku menelepon setiap setengah jam sekali sampai jam sebelas malam, putus asa ingin mendengar kehangatan suara Jacob.

Hari Kamis aku duduk di dalam truk di depan rumah—dengan kedua pintu terkunci rapat—kunci truk di tangan, selama satu jam penuh. Aku berdebat dengan diriku sendiri, berusaha membenarkan keinginan untuk pergi sebentar ke La Push, tapi tak sanggup melakukannya.

Aku tahu Laurent pasti sudah kembali ke Victoria sekarang. Kalau aku pergi ke La Push, bisa-bisa aku menuntun salah seorang dari mereka ke sana. Bagaimana kalau mereka menangkapku ketika Jake di dekatku? Meski sangat menyakitkan bagiku, aku tahu lebih baik bagi Jacob bila ia menghindariku. Lebih aman untuknya.

Sudah cukup buruk aku tidak bisa menemukan jalan untuk mengamankan Charlie. Kemungkinan besar mereka akan datang mencariku pada malam hari, dan alasan apa yang bisa kuutarakan untuk membuat Charlie keluar dari rumah? Bisa saja aku menceritakan hal sebenarmu, capi ini akan membuatnya mengurungku di ruangan tertutup rapat.

Aku rela-rela saja menjalani semua itu— menerima dengan tangan terbuka, malah—bila itu bisa membuat Charlie aman. Tapi Victoria tetap akan datang ke rumah Charlie lebih dulu, mencariku. Mungkin, bila ia menemukan aku di sini, itu sudah cukup baginya. Mungkin ia akan langsung pergi setelah selesai berurusan denganku.

Jadi aku tidak bisa lari. Kalaupun bisa, mau pergi ke mana? Ke Renee? Aku bergidik membayangkan diriku membawa bayangan mematikan itu ke dunia ibuku yang aman dan bermandikan matahari.

Aku tidak akan pernah membahayakan nyawanya seperti itu. Kekhawatiran itu meninggalkan lubang besar di perutku. Tak lama lagi aku akan punya dua lubang yang sama persis.

Malam itu Charlie kembali berbuat baik dan meneleponkan Harry untukku, mencari tahu apakah keluarga Black sedang ke luar kota. Harry melaporkan bahwa Billy menghadiri rapat dewan Rabu malam kemarin, dan tidak menyebut-nyebut bakal pergi ke mana pun.

Charlie mewanti-wantiku untuk tidak mengganggu mereka—Jacob pasti akan menelepon kalau sudah punya waktu. Jumat siang, saat mengendarai truk sepulang sekolah, pikiran itu sekonyong-konyong menghantamku.

Aku tidak sedang memerhatikan jalan yang sudah sangat kukenal, membiarkan suara mesin menumpulkan otak dan membungkam kekhawatiranku, saat alam bawah sadarku menyampaikan keputusan yang selama ini pasti disimpulkan dalam pikiranku tanpa aku sendiri mengetahuinya.

Begitu hal tersebut terpikirkan olehku, aku merasa diriku benar-benar tolol karena tidak sejak

dulu teringat hal itu. M' mang sih, aku sedang banyak pikiran—vampir yang terobsesi ingin membalas dendam, serigala mutan raksasa, lubang yang masih basah di pusat dada—tapi setelah aku menjajarkan semua bukti yang ada, sungguh memalukan bahwa kesimpulan ini begitu jelas. Jacob sengaja menghindariku. Kata Charlie, ia tampak aneh, kesal... jawaban-jawaban Billy yang samar dan tidak membantu.

Astaga, aku tahu persis apa yang terjadi pada Jacob.

Pasti gara-gara Sam Uley. Bahkan mimpi burukku pun berusaha memberi tahuku. Sam berhasil mendapatkan Jacob.

Apa pun yang terjadi pada cowok-cowok lain di reservasi telah terjadi juga pada temanku dan mereka mencurinya dariku. Ia diisap masuk ke sekte Sam. Bukan karena Jacob tak mau lagi berteman denganku, aku menyadari dengan perasaan terharu yang tiba-tiba menyerbu.

Kubiarkan trukku berhenti dengan mesin menyala di depan rumahku. Apa yang sebaiknya kulakukan? Aku menimbang-nimbang bahaya dari setiap pilihan yang akan kuambil. Kalau aku pergi mencari Jacob, bisa-bisa aku menuntun Victoria atau Laurent ke rumahnya.

Kalau aku tidak pergi menemuinya, Sam akan menariknya lebih dalam lagi ke gengnya yang mengerikan itu. Mungkin akan terlambat kalau aku tidak segera bertindak.

Penutup Novel Twilight (New Moon)SEKTE Bab 61

Gimana Novel twilight (New Moon) – Port SEKTE Bab 61 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya