Wednesday, February 2, 2022

Bab 97 Novel Twilight – PERBURUAN - Baca Di Sini

Novel Twilight, ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight Bab 97 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – PERBURUAN Bab 97

"Tidak," sahut Edward mantap.

“Dia bukan tandingan kita, Edward. Dia takkan bisa menyentuhnya." “Dia akan menunggu."

Emmett tersenyum. "Aku juga bisa menunggu."

“Kau tidak mengerti. Sekali memutuskan untuk berburu, dia tak tergoyahkan. Kita harus membunuhnya." Emmett kelihatannya setuju-setuju saja dengan ide itu.

"Itu sebuah pilihan."

“Dan yang perempuan. Dia bersamanya. Bila nantinya berubah menjadi perseteruan si pemimpin akan turun tangan juga.”

“Jumlah kita cukup banyak."

“Itu pilihan lain," kata Alice pelan.

Edward berbalik padanya, murka, suaranya menggeram.

“Tidak – ada – pilihan – lain!"

Emmett dan aku memandangnya terkejut, tapi Alice kelihatan biasa-biasa saja. Keheningan berlangsung panjang sementara Edward dan Alice saling menatap. Aku memecahkannya. "Tidakkah kalian ingin mendengar rencanaku?"

"Tidak," geram Edward. Alice memelototinya, akhirnya terpancing juga.

"Dengar," aku memohon.

"Bawa aku kembali."

"Tidak," potong Edward.

Novel Twilight


Aku memandang marah dan melanjutkan. "Bawa aku kembali, aku akan bilang pada ayahku bahwa aku ingin pulang ke Phoenix. Kukemasi barang-barangku. Kita tunggu sampai si pemburu memerhatikan, baru kita lari. Dia akan mengikuti kita dan tidak mengganggu Charlie. Charlie takkan melaporkan keluargamu pada FBI. Lalu kau bisa membawaku ke mana pun kau mau."

Mereka menatapku, terkesiap.

“Bukan ide yang buruk, sungguh." Keterkejutan Emmett jelas penghinaan.

“Bisa saja berhasil—dan kita tak bisa membiarkan ayahnya begitu saja tanpa pelindungan. Kalian tahu itu." kata Alice Semua menatap Edward.

“Terlalu berbahaya—aku tak menginginkannya berada dalam radius mil dari Bella."

Emmett tampak sangat percaya diri. "Edward, dia takkan bisa mengalahkan kita.”

Alice berpikir sebentar. "Aku tidak melihatnya menyerang Dia akan mencoba menunggu kita meninggalkannya sendirian."

"Takkan perlu waktu lama baginya untuk menyadari itu takkan terjadi."

"Aku memerintahkanmu untuk membawaku pulang." Aku berusaha terdengar tegas.

Edward menekan jemarinya di pelipis dan memejamkan mata.

"Kumohon," kataku, suaraku jauh lebih pelan. Ia tidak mendongak.

Ketika bicara, suaranya terdengar terluka.

"Kau akan pergi malam ini, tak peduli apakah si pemburu melihat atau tidak. Katakan pada Charlie, kau tak tahan lagi berada di Forks. Ceritakan apa saja agar dia percaya. Kemasi apa pun yang bisa kauambil, kemudian masuk ke trukmu. Aku tak peduli apa yang dikatakannya padamu. Kau punya waktu lima belas menit. Kaudengar aku? Lima belas menit setelah kau keluar dari pintu." Jeep menderu menyala, dan ia memutarnya, bannya berdecit-

decit. Jarum spidometer mulai bergerak sesuai kecepatan.

“Emmett?" aku bertanya, menatap lurus tanganku.

“Oh, maaf." Ia melepaskannya.

Beberapa menit berlangsung dalam keheningan, kecuali bunyi deru mesin. Lalu Edward berbicara lagi.

"Inilah yang akan kita lakukan. Sesampainya di rumah Bella, kalau si pemburu tidak ada di sana, aku akan mengantarnya sampai ke pintu. Kemudian dia punya waktu lima belas menit." Ia menatapku geram dan kaca spion.

"Ernmert kau berjaga di luar rumah. Alice, kauambil truk Bella. Aku akan berada di dalam selama dia di sana. Setelah dia keluar, kalian boleh bawa Jeep-nya pulang dan beritahu Carlisle."

"Tidak akan," Emmett menyela.

"Aku ikut kau."

"Pikirkan lagi, Emmett. Aku tak tahu berapa lama aku akan pergi."

"Sampai kami tahu sejauh mana ini bakal berlangsung, aku ikut kau."

Edward mendesah. "Kalau si pemburu ada di sana," ia melanjutkan perkataannya dengan muram,

"kita tidak akan berhenti."

"Kita akan sampai di sana sebelum dia," kata Alice yakin.

Edward sepertinya setuju. Apa pun masalahnya dengan Alice, sekarang ia tak meragukannya lagi. "Apa yang akan kita lakukan dengan Jeep-nya?" Alice bertanya.

Suaranya terdengar pahit. "Kau akan membawanya pulang."

"Tidak, aku tidak mau," kata Alice tenang.

Rangkaian makian yang tak terdengar itu mulai lagi.

"Kita semua takkan muat di trukku," aku berbisik.

Sepertinya Edward tidak mendengarku.

"Kurasa kau harus membiarkanku pergi sendiri," aku berkata dengan suara yang bahkan lebih pelan.

Ia mendengarnya.

"Bella, kumohon lakukan saja dengan caraku, sekali ini saja,” katanya, menggertakkan giginya.

"Dengar, Charlie bukan orang bodoh," protesku.

"Kalau besok kau tidak tampak di kota, dia bakal curiga."

“Truk tak ada hubungannya. Kami akan memastikan dia aman. dan itulah yang terpenting."

 

Penutup Novel Twilight – PERBURUAN Bab 97

Gimana Novel twilight – Port PERBURUAN Bab 97 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya