Wednesday, February 2, 2022

Bab 95 Novel Twilight – PERBURUAN - Baca Di Sini

Novel Twilight, ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight Bab 95 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – PERBURUAN Bab 95

18. PERBURUAN

MEREKA muncul satu per satu dari tepi hutan, terpisahpisah sejauh dua belas meter. Laki-laki yang pertama muncul langsung mundur, membiarkan laki-laki yang lain berdiri di depan, menempatkan dirinya di dekat laki-laki tinggi berambut gelap yang sikapnya jelas menunjukkan dialah pemimpin mereka.

Yang ketiga wanita; dari jarak ini aku hanya bisa melihat bahwa rambutnya bernuansa kemerahan yang mengagumkan.

Mereka bergerak saling mendekat sebelum dengan hatihati menghampiri keluarga Edward, memperlihatkan rasa hormat alami sekelompok predator ketika bertemu jenisnya sendiri dalam kelompok yang lebih besar dan asing.

Novel Twilight


Ketika mereka mendekat, bisa kulihat betapa berbedanya mereka dengan keluarga Cullen. Langkah mereka pelan, anggun, langkah yang secara konstan nyaris berubah siap menerkam.

Mereka berpakaian ala backpacker umumnya: jins dan atasan kasual berkancing yang terbuat dari bahan tebal dan tahan lama.

Namun pakaian mereka tampak usang karena sering dipakai dan mereka bertelanjang kaki. Kedua laki-laki itu berambut cepak, rambut si wanita yang berwarna jingga terang dipenuhi dedaunan dan serpihserpihan hutan.

Mata mereka yang tajam dengan hati-hati mengamati postur Carlisle yang elegan dan sempurna. Ia berdiri diapit Emmett dan Jasper. Para pendatang itu melangkah hati-hati menghampiri mereka, dan tanpa komunikasi yang kentara, mereka masing-masing menyesuaikan diri dan bersikap lebih santai serta berwibawa.

Laki-laki yang berdiri di depan jelas yang paling tampan, kulitnya bernuansa hijau di balik warna pucat yang sama, rambutnya hitam mengilap. Postur tubuhnya sedang, ototnya kekar tentu saja, tapi kalah jauh dari Emmett. Ia tersenyum ramah, memamerkan gigi putihnya. Si perempuan lebih liar, dengan resah ia bergantian menatap para laki-laki di depannya serta yang berdiri di sekitarku, rambutnya yang berantakan berkibaran dalam angin yang bertiup pelan. Posturnya sangat anggun.

Lakilaki kedua berdiri diam di belakang mereka, tubuhnya lebih ramping daripada si pemimpin, rambutnya yang cokelat muda serta bagian-bagian lainnya biasa-biasa saja. Matanya, meskipun diam, entah mengapa tampak paling waspada.

Mata mereka juga berbeda. Bukan warna emas atau hitam seperti yang kuharapkan, tapi warna burgundy gelap yang keji dan mengancam.

Sambil masih tersenyum, laki-laki berambut gelap melangkah maju ke arah Carlisle.

“Kami kira kami mendengar permainan." katanya santai dengan sedikit logat Prancis.

"Aku Laurent, ini Victoria dan James.” Ia menunjuk vampir-vampir di sebelahnya.

“Aku Carlisle. Ini keluargaku, Emmett dan Jasper, Rosalie, Esme dan Alice. Edward dan Bella." Ia sengaja tidak menunjuk kami satu per satu. Aku terkejut ketika ia menyebut namaku.

“Ada ruang untuk beberapa pemain lagi?" tanya Laurent ramah.

Carlisle membalas dengan sama ramahnya.

“Sebenarnya, kami baru saja selesai. Tapi lain kali kami jelas tertarik mengajak kalian bermain. Apakah kalian berencana tinggal lama di daerah ini?"

"Kami sedang menuju utara, tapi kami penasaran ingin melihat siapa yang ada di sekitar sini. Sudah lama kami belum berjumpa siapa-siapa."

"Tidak, wilayah ini biasanya kosong kecuali kami dan terkadang beberapa pengunjung seperti kalian." Suasana tegang perlahan berganti menjadi pembicaraan santai; kurasa Jasper menggunakan bakatnya yang tidak biasa untuk mengendalikan situasi.

"Jangkauan berburu kalian mencakup mana saja?" Laurent bertanya dengan sikap santai.

Carlisle mengabaikan maksud di balik pertanyaan itu.

"Di sini, di Olympic Range, di sekitar Coast Ranges untuk waktu tertentu. Kami mempunyai tempat tinggal permanen di dekat sini. Ada lagi yang menetap permanen seperti kami di dekat Denali."

Laurent mengetuk-ngetukkan kakinya perlahan. “Permanen? Bagaimana kalian mengaturnya?" Ada rasa penasaran yang murni dalam suaranya.

"Kenapa kalian tidak ikut ke rumah kami dan kita bisa mengobrol dengan nyaman?" undang Carlisle. "Ceritanya agak panjang."

James dan Victoria bertukar pandang kaget mendengar kata ‘rumah’, tapi Laurent lebih pandai mengendalikan ekspresinya.

"Kedengarannya sangat menarik dan bersahabat." Senyumnya ramah.

"Kami telah berburu sepanjang perjalanan dari Ontario, dan sudah lama belum sempat membersihkan diri" Ia mengagumi penampilan Carlisle yang beradab.

"Kumohon jangan tersinggung tapi kami akan menghargai bila kalian tidak berburu di sekitar daerah ini. Kalian mengerti, kami harus menjaga agar eksistensi kami tetap terjaga," Carlisle menjelaskan.

"Tentu saja." Laurent mengangguk. "Kami tentu tidak akan melanggar teritori kalian. Lagi pula, kami baru saja bersantap di luar Seattle." Ia tertawa. Rasa ngeri menjalar di tulang punggungku.

"Akan kami tunjukkan jalannya kalau kalian ingin lari bersama kami—Emmett dan Alice, kalian bisa pergi bersama Edward dan Bella ke Jeep," Carlisle menambahkan dengan tenang.

Tiga hal tampaknya terjadi secara bersamaan ketika

Carlisle bicara. Rambutku berantakan ditiup angin, tubuh

Edward menegang dan laki-laki kedua, James, tiba-tiba memutar kepalanya, mengamatiku, hidungnya mengendusendus.

Tubuh mereka langsung menegang ketika James maju selangkah dan siap menerkam. Edward memperlihatkan giginya, balas siap menerkam, menggeram penuh ancaman.

Sama sekali bukan geraman main-main yang kudengar tadi pagi; melainkan hal paling mengerikan yang pernah kudengar. Rasa ngeri pun menjalar dari ujung rambut hingga ke ujung kakiku.

"Apa ini?" Laurent blak-blakan menunjukkan rasa terkejutnya.

Baik Edward maupun James tidak mengubah pose agresif mereka. James bergerak sedikit ke samping, dan sebagai jawabannya Edward bergeser.

“Dia bersama kami." Jawaban Carlisie yang tegas diarahkan langsung kepada James.

Laurent sepertinya tidak mencium aroma tubuhku setajam James, tapi sekarang tampaknya ia sudah menyadarinya.

"Kalian membawa snack?” tanyanya, ekspresinya keheranan saat ia melangkah enggan ke depan.

Edward menggeram bahkan lebih menakutkan lagi, bengis, bibirnya terangkat tinggi memamerkan giginya yang berkilauan. Laurent melangkah mundur.

"Kubilang dia bersama kami," Carlisle mengulangi katakatanya dengan tegas.

Penutup Novel Twilight – PERBURUAN Bab 95

Gimana Novel twilight – Port PERBURUAN Bab 95 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya