Wednesday, February 23, 2022

Bab 30 Novel Twilight (NEW MOON) – CURANG - Baca Di Sini

Novel Twilight (New Moon), ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight (New Moon) Bab 30 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – CURANG Bab 30

5. CURANG

"BELLA, bagaimana kalau kau pulang saja," Mike menyarankan, matanya terfokus ke satu sisi, tidak benar-benar menatapku. Aku bertanya-tanya berapa lama hal itu sudah berlangsung, tanpa aku menyadarinya.

Sore ini tak banyak pengunjung di Newtons. Saat itu hanya ada dua pengunjung, backpacker sejati kalau menilik dari obrolannya. Mike menghabiskan satu jam terakhir menjelaskan kelebihan dan kekurangan dua merek ransel lightweight pada mereka. Tapi mereka menghentikan dulu pembicaraan serius tentang harga, dan malah asyik saling membual soal kisah-kisah petualangan hiking terbaru mereka di hutan. Mike memanfaatkan kesempatan itu untuk meninggalkan mereka sebentar.

"Aku tidak keberatan tetap di sini," kataku.

Aku masih belum bisa menenggelamkan diri kembali ke cangkang mati rasa yang melindungiku, jadi segala sesuatu tampak begitu dekat dan nyaring hari ini, seakan-akan aku telah membuka kapas yang selama ini menyumbat telingaku. Kucoba untuk mengabaikan tawa para hiker itu, tapi tidak berhasil.

"Sudah kubilang," kata cowok gempal berjenggot oranye yang tidak cocok dengan rambutnya yang cokelat gelap.

Novel Twilight (NEW MOON)


"Aku sudah pernah melihat beruang grizzly dari jarak sangat dekat waktu di Yellowstone, tapi itu masih belum apa-apa dibandingkan binatang yang satu ini." Rambutnya lengket,

dan bajunya kelihatan seperti sudah dipakai berhari-hari. Benar-benar baru turun gunung.

"Tidak mungkin. Beruang hitam tidak mungkin bisa sebesar itu. Beruang grizzly yang kaulihat itu mungkin bayi beruang." Cowok kedua tinggi langsing, wajahnya gosong terbakar matahari dan berkerut-kerut karena kelewat sering di udara terbuka, membentuk lapisan kulit kering yang mengesankan.

"Serius, Bella, begitu kedua orang ini selesai, aku akan menutup toko," gumam Mike.

"Yah, jika kau memang ingin aku pergi..." aku mengangkat bahu.

"Dalam posisi merangkak, hewan itu lebih tinggi daripada kau," si cowok berjenggot ngotot sementara aku mengemasi barang-barangku.

"Besar sekali dan hitam pekat. Aku akan melaporkannya pada pengawas hutan di sini. Orang-orang harus diperingatkan—aku tidak melihatnya di gunung lho— tapi hanya beberapa kilometer dari ujung jalan setapak." Si wajah kasar tertawa dan memutar bola matanya.

“Biar kutebak—kau melihatnya dalam perjalanan turun, kan? Kau belum makan makanan sungguhan atau tidur di tanah selama seminggu, bukan?"

"Hei, eh, namamu Mike, kan?" seru si cowok berjenggot, menoleh pada kami.

"Sampai keremu Senin," gumamku

“Ya, Sir," jawab Mike. berpaling pada mereka.

"Katakan, pernahkah ada peringatan di sini baru-baru ini—tentang beruang hitam?”

"Tidak, Sir. Tapi ada baiknya untuk selalu menjaga jarak dan menyimpan makanan Anda dengan benar. Anda sudah pernah melihat kaleng antiberuang kami yang baru? Beratnya tidak sampai satu kilo...”

Pintu menggeser terbuka dan aku keluar menerobos hujan Aku meringkuk di dalam jaketku dan berlari ke mobil. Hujan menderas memukulmukul penutup kepalaku dengan suara luar biasa keras, tapi sebentar saja raungan mesin mengalahkan suara lainnya.

Aku tidak ingin pulang ke rumah Charlie yang kosong. Semalam sangat menyiksa, dan aku tak ingin mengulangi lagi adegan penyiksaan itu. Bahkan setelah kepedihan hatiku mereda sehingga aku bisa tidur, penyiksaan itu ternyata belum berakhir. Seperti yang kukatakan pada Jessica setelah nonton film, tak diragukan lagi aku pasti akan bermimpi buruk.

Sekarang setiap malam aku memang selalu bermimpi buruk. Mimpiku selalu sama, karena selalu mimpi buruk yang sama. Kau pasti mengira aku akan bosan setelah sekian bulan berlalu, menjadi imun terhadapnya.

Tapi mimpi itu tak pernah gagal membuatku ngeri, dan baru berakhir saat aku menjerit terbangun. Charlie tak pernah datang lagi untuk menengok dan mencari tahu apa yang terjadi, untuk memastikan tidak ada penyusup yang mencekikku atau semacamnya—ia sekarang sudah terbiasa. Mimpi burukku mungkin bahkan tidak menakutkan bagi orang lain.

Tidak ada yang tahutahu melompat dari persembunyian dan berteriak, "Buuu!" Tidak ada zombie, tidak ada hantu, tidak ada psikopat. Hanya pepohonan berlumut membentang sejauh mata memandang, begitu sunyi sehingga kesunyian itu menekan gendang telingaku. Suasana gelap, seperti senja di hari berawan, hanya ada seberkas cahaya tertinggal untuk melihat bahwa tidak ada yang bisa dilihat. Aku bergegas menembus keremangan tanpa jalan setapak, selalu mencari, mencari, mencari, makin lama makin panik sementara waktu terus berjalan, berusaha bergerak lebih cepat, meski kecepatan

membuat langkahku kikuk... Kemudian aku akan sampai pada satu titik dalam mimpiku—dan aku bisa merasakannya datang sekarang, tapi rasanya aku tak pernah bisa menggugah diriku untuk bangun sebelum saat itu tiba—saat aku tidak bisa mengingat apa yang sebenarnya kucari.

Waktu aku sadar tidak ada apa-apa yang bisa dicari, dan tidak ada apa-apa yang bisa ditemukan. Bahwa tak pernah ada apa-apa kecuali hutan sepi yang kosong, dan tidak akan pernah ada apa-apa lagi untukku... tidak ada apa-apa kecuali kehampaan... Biasanya saat itulah teriakanku dimulai.

Aku tidak memerhatikan ke mana aku mengendarai trukku—hanya berjalan tak tentu arah, menyusuri jalan tikus yang kosong dan basah karena aku sengaja menghindari jalan-jalan menuju rumahku—karena aku memang tak tahu mau pergi ke mana.

Penutup Novel Twilight (New Moon)CURANG Bab 30

Gimana Novel twilight (New Moon) – Port CURANG Bab 30 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya