Wednesday, February 23, 2022

Bab 28 Novel Twilight (NEW MOON) – TERBANGUN - Baca Di Sini

Novel Twilight (New Moon), ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight (New Moon) Bab 28 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – TERBANGUN Bab 28

Tindakan bijaksana adalah lari dari perkembangan yang kemungkinan besar bakal menghancurkan—dan jelas tidak stabil secara mental—ini. Sungguh tolol mendorong munculnya halusinasi.

Tapi suaranya semakin menghilang.

Aku maju selangkah, mengetes.

"Bella, kembali," geramnya.

Aku mendesah lega. Kemarahan itulah yang ingin ku dengar—bukti palsu yang dibuat-buat bahwa ia peduli, anugerah meragukan dari alam bawah sadarku.

Beberapa derik berlalu sementara aku menyortir pikiranku Orang-orang asing itu memandangiku, ingin tahu. Mungkin yang terlihat di luar adalah aku sedang menimbang-nimbang apakah akan menghampiri mereka atau tidak. Bagaimana mereka bisa menebak bahwa aku berdiri di sana menikmati momen ketidakwarasan yang mendadak datang tanpa diduga?

“Hai," sapa salah satu cowok itu, nadanya penuh percaya diri sekaligus sedikit sarkastis. Kulit dan rambutnya terang, dan ia berdiri dengan sikap percaya diri, yakin dirinya tampan. Aku tidak bisa melihat apakah ia tampan atau tidak. Aku diliputi prasangka.

Suara di kepalaku menjawab dengan geraman menakutkan. Aku tersenyum, dan si cowok yang percaya diri itu sepertinya menanggap itu undangan.

"Ada yang bisa kubantu? Sepertinya kau tersesat," Lelaki itu nyengir dan mengedipkan mata.

Dengan hati-hati aku melangkahi selokan yang dialiri air yang tampak hitam dalam kegelapan.

"Tidak. Aku tidak tersesat."

Novel Twilight (NEW MOON)


Sekarang setelah aku berada lebih dekat—dan anehnya mataku bisa terfokus—aku menganalisis cowok pendek berambut gelap tadi. Ternyata sama sekali asing. Aku merasakan sensasi kecewa yang mencurigakan bahwa ia ternyata bukan cowok jahat yang berusaha menyakitiku hampir satu tahun yang lalu. Suara di kepalaku kini diam.

Si cowok pendek menyadari tatapanku. "Boleh aku membelikanmu minuman?" ia menawarkan, gugup, tampaknya tersanjung karena aku memandanginya terus.

"Aku masih di bawah umur," jawabku otomatis. Cowok itu terperangah—bertanya-tanya mengapa aku mendekati mereka. Aku merasa wajib menjelaskan.

"Dari seberang jalan, kau mirip seseorang yang kukenal. Maaf, ternyata aku salah." Ancaman yang menarikku dari seberang jalan mendadak menguap. Mereka bukan cowok-cowok berbahaya yang kuingat. Mungkin mereka orang baik-baik. Aman. Aku langsungtidak tertarik lagi.

"Tidak apa-apa," si cowok pirang yang percaya diri tadi berkata. "Tinggallah di sini dan ngobrol dengan kami."

"Trims, tapi aku tak bisa." Jessica ragu-ragu di tengah jalan, matanya membelalak oleh amarah dan perasaan dikhianati. "Oh, beberapa menit saja."

Aku menggeleng, dan berbalik untuk bergabung dengan Jessica.

"Ayo kita makan," usulku, nyaris tidak meliriknya. Walaupun aku tampak, saat itu, terbebas dari sikap kosong dan hampa seperti zombie, namun aku tetap menjaga jarak. Pikiranku sibuk. Perasaan mati yang aman dan kebas itu tidak kembali, dan aku jadi semakin gelisah seiring berjalannya waktu, karena perasaan itu tak kunjung datang.

"Apa sih yang ada dalam pikiranmu tadi?" bentak Jessica. Kau tidak kenal mereka—bisa jadi mereka psikopat!"

Aku mengangkat bahu, berharap Jessica akan melupakannya. Aku hanya mengira kenal salah satu dari mereka."

“Kau ini aneh sekali, Bella Swan. Aku merasa seperti tidak mengenal dirimu." “Maaf.” Aku tidak tahu lagi harus bilang apa. Kami berjalan memasuki McDonald's sambil membisu. Aku berani bertaruh, Jessica pasti menyesal karena tadi kami berjalan kaki ke sini, bukannya naik mobil, supaya bisa memesan lewat

mobil saja. Sekarang ia gelisah dan ingin Segera mengakhiri malam ini, sama seperti yang kurasakan pada awalnya.

Beberapa kali aku mencoba mengajaknya mengobrol sambil makan, tapi Jessica menolak bekerja sama. Aku pasti benar-benar telah membuatnya tersinggung.

Waktu kami kembali ke mobilnya, Jessica mengembalikan saluran ke stasiun radio favoritnya dan mengeraskan volume sampai kelewat keras untuk bisa ngobrol dengan nyaman. Aku tidak perlu berusaha sekeras biasa untuk mengabaikan musiknya. Walaupun pikiranku, sekali itu, tidak kebas dan kosong, tapi banyak hal lain yang kupikirkan selain menyimak lirik lagu.

Kutunggu perasaan kebas itu kembali, atau kepedihan itu. Karena kepedihan itu pasti datang. Aku sudah melanggar aturanku sendiri. Alih-alih menghindar dari kenangan, aku malah maju dan menyapanya. Aku sudah mendengar suaranya, begitu jelas, di kepalaku. Ada harga yang harus kubayar, aku yakin itu. Apalagi kalau aku tidak bisa lagi mendatangkan kabut untuk melindungi diriku. Aku merasa terlalu sadar, dan itu membuatku takut.

Penutup Novel Twilight (New Moon)TERBANGUN Bab 28

Gimana Novel twilight (New Moon) – Port TERBANGUN Bab 28 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol navigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya