Monday, January 24, 2022

Bab 33 Novel Twilight – Mimpi Buruk - Baca Di Sini

Novel Twilight, ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight Bab 33 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight – Mimpi Buruk Bab 33

Tentu saja perlu waktu yang sangat lama. Ketika hasil pencariannya muncul, ada banyak pilihan yang harus dibaca— semuanya mulai dari film dan acara televisi hingga permainan sandiwara, grup metal underground, dan perusahaan kosmetik gotik.

Lalu aku menemukan situs yang tepat—Vampir A-Z. Aku tak sabar menunggu situs itu hingga ter-download sempurna, sambil cepat-cepat menutup iklan-iklan yang bermunculan di layar. Akhirnya selesai—latar belakang putih sederhana dengan tulisan hitam, kelihatannya seperti situs pendidikan. Dua kutipan di halaman depan situs itu menyambutku.

Novel Twilight


Di Seantero dunia hantu dan setan yang luas dan gelap, tak ada figur yang begitu mengerikan, tak ada figur yang begitu dibenci dan menyeramkan, namun memiliki daya tarik yang begitu mencengkam, seperti sang vampir, yang bukan hantu ataupun setan, namun memilih kekuatan gelap dan kualitas yang

mengerikan serta misterius.—Pdt. Montague Summers Jika di dunia ini ada keterangan yang benar-benar telah terbukti, keterangan itu adalah mengenai vampir.

Semuanya

lengkap: laporan resmi, surat tersumpah dari orang-orang terkenal,

ahli bedah, para imam, hakim; pembuktian hukum adalah yang

paling lengkap. Dan dengan semua itu, siapakah di luar sana yang percaya vampir?—Rousseau

Selain itu situs tersebut berisi daftar seluruh mitos vampir yang ada di seluruh dunia, tersusun secara alfabetik. Pertama-tama aku memilih Danag, vampir Filipina yang menanam taro—sejenis tumbuhan berbuah kentang—di kepulauan itu dahulu kala.

Menurut mitos itu, Danag bekerja sama dengan manusia selama bertahun-tahun, tapi pada suatu hari kerja sama itu berakhir ketika jari seorang wanita terluka dan satu Danag mengisap habis darah yang mengalir dari lukanya.

Aku membaca uraiannya dengan saksama, mencari apa saja yang tidak asing bagiku, apalagi masuk akal. Sepertinya seluruh mitos tentang vampir ini berpusat pada wanita cantik sebagai yang jahat dan anak-anak sebagai korban; mereka juga sepertinya merupakan gagasan yang diciptakan untuk menjelaskan mortalitas tingkat tinggi kepada anakanak,

dan memberi alasan bagi para pria untuk berselingkuh. Kebanyakan cerita itu melibatkan roh-roh tanpa raga dan peringatan tentang pemakaman yang tidak layak.

banyak yang kedengarannya seperti film-film yang kutonton, dan hanya sedikit sekali, seperti Estrie dari Yahudi dan Upier dari Polandia, yang bahkan terobsesi soal meminum darah.

Hanya tiga catatan yang menarik perhatianku: Varacolaci dari Rumania, sosok tak bisa mati sangat kuat yang bisa tampil sebagai manusia rupawan berkulit pucat, Nelapsi dari Slovakia, makhluk ekstrakuat dan cepat hingga bisa membantai seluruh desa hanya sejam setelah tengah malam, dan satunya lagi Stregom benefici. Mengenai yang terakhir ini, hanya ada satu kalimat pendek.

Stregmi benefici: vampir Italia, konon memihak kebaikan, dan

musuh abadi semua vampir jahat.

Rasanya lega ada satu catatan kecil, satu-satunya mitos di antara ratusan lainnya yang mengungkapkan keberadaan vampir yang baik.

Meski begitu, secara keseluruhan hanya sedikit yang mirip dengan cerita Jacob atau pengamatanku sendiri. Aku telah membuat katalog kecil dalam benakku ketika membaca dan membandingkannya dengan masing-masing mitos.

Kecepatan, kekuatan, keindahan, kulit pucat, warna mata yang berganti-ganti; lalu kriteria yang diberikan Jacob: peminum darah, musuh werewolf, berkulit dingin, dan abadi. Sedikit sekali mitos yang cocok bahkan dengan salah satu kriteria.

Lalu masalah lainnya, satu yang kuingat dari sedikit film horor yang pernah kutonton dan didukung apa yang baru saja kubaca—vampir tidak bisa keluar di siang hari, matahari menjadikan mereka abu. Mereka tidur di dalam peti seharian, dan hanya keluar di malam hari.

Merasa jengkel, kumatikan komputer langsung dari tombol utama, tanpa melalui tahapan semestinya. Di balik kekesalanku, aku merasa malu. Semua ini benar-benar konyol. Aku duduk di kamar, mencari keterangan tentang vampir. Kenapa sih aku ini? Kuputuskan sebagian besar kesalahannya ada pada Forks—dan seluruh Semenanjung Olympic yang selalu hujan.

Aku harus keluar dan rumah, tapi semua tempat yang ingin kukunjungi berjarak tempuh tiga hari perjalanan. Meski begitu aku tetap mengenakan sepatu botku, tak tahu akan ke mana, lalu turun. Kukenakan mantel hujanku tanpa memeriksa cuaca lebih dulu dan menghambur ke luar. Langit mendung, tapi belum hujan.

Kutinggalkan trukku dan berjalan kaki ke timur, menyeberangi pekarangan Charlie menuju hutan terlarang. Dalam waktu singkat rumah dan jalanan di belakangku sudah tidak tampak. Satusatunya

suara yang terdengar adalah bunyi cipratan air yang diciptakan langkah-langkah kakiku dan jeritan burung jay yang tiba-tiba.

Ada jalan kecil yang membimbingku melintasi hutan ini, kalau tidak, aku takkan mengambil risiko berjalan sendirian seperti ini. Aku paling payah kalau soal arah; di lingkungan yang lebih bersahabat saja aku bisa tersesat. 

Jalan setapak itu semakin dalam memasuki hutan, menurut dugaanku menuju ke timur. Jalan ini mengitari pepohonan cemara, mapel, dan yew. Aku hanya tahu samar-samar nama pepohonan di sekitarku, itu pun karena dulu Charlie pernah mengajakku jalan-jalan dengan mobil patrolinya sambil menunjukkan pepohonan itu dan memberitahu namanya padaku.

Banyak yang tidak kuketahui, dan yang lainnya aku tidak yakin karena tertutup pohon-pohon parasit hijau. Aku terus mengikuti jalan setapak itu sejauh kemarahanku kepada diri sendiri mendorongku maju. Ketika amarahku memudar, aku memperlambat langkah.

Beberapa tetes air jatuh dari dedaunan di atasku, tapi aku tak yakin apakah hujan mulai turun, atau itu hanya tetesan hujan kemarin yang tersisa di ranting-ranting pohon, menjulang tinggi di atasku, perlahan-lahan menetes jatuh jauh ke pangkuan bumi. Pohon yang baru tumbang itu— aku tahu masih baru karena seluruhnya tertutup lumut— bersandar di batang pohon lainnya, membentuk kursi kecil dengan pelindung di atasnya, jaraknya hanya beberapa meter dari jalan setapak. Aku melangkahi belukar dan duduk hati-hati.

Penutup Novel Twilight – Mimpi Buruk Bab 33

Gimana Novel twilight – Mimpi Buruk Bab 33 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol nvaigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya