Thursday, January 20, 2022

Bab 31 Novel Twilight – Golongan Darah - Baca Di Sini

Novel Twilight, ditulis oleh Stepheni Meyer. Novel ini ini terdiri dari 5 seri yaitu Twilight, Newmoon, Midnight sun, Eclipse dan Breaking Dawn.

Dalam novel ini Stepheni Meyer berhasil mengobrak abrik emosi pembaca dengan latar cerita bangsa manusia, serigala dan vampir. Anda akan menemukan adegan romantis, permusuhan, perang dan konspirasi dalam novel ini.

Sebelum kamu membaca terlalu jauh, Admin kembali mengingatkan bahwa membaca novel jangan dijadikan sebagai kegiatan utama. Ibadah, kerja, belajar dan berbakti kepada orang tua tetaplah hal yang harus diutamakan.

Ok, Silahkan baca novel Twilight Bab 31 yang dipersembahkan oleh Admin white novel. Semoga bisa memberi hiburan, insipirasi dan solusi bagi setiap masalah yang kamu hadapi.

Baca Novel Twilight –Golongan Darah Bab 31

“Kurasa aku baru saja melanggar kesepakatan kami," Jacob tertawa.

"Aku akan menyimpannya rapat-rapat," kataku berjanji, kemudian bergidik.

“Tapi sungguh, jangan bilang apa-apa pada Charlie. Dia agak marah pada ayahku ketika mendengar beberapa anggota suku kami tak lagi pergi ke rumah sakit begitu tahu dr. Cullen mulai bekerja di sana."

"Tentu, aku takkan bilang."

"Jadi, apakah menurutmu kami ini penduduk yang percaya takhayul atau apa?" tanyanya bercanda, namun sedikit waswas. Aku masih belum mengalihkan pandanganku dari lautan.

Novel Twilight


Aku berbalik dan tersenyum sewajar mungkin. "Tidak. Kupikir kau sangat mahir menceritakan kisahkisah seram. Bulu kudukku masih berdiri, lihat, kan?" Aku mengulurkan lengan. "Keren." Ia tersenyum.

Lalu suara batu-batu beradu menyadarkan kami seseorang sedang mendekat. Kami serentak mendongak dan melihat Mike dan Jessica lima puluh meter dari kami.

"Di sini kau rupanya, Bella," Mike terdengar lega, melambaikan tangannya tinggi-tinggi.

"Itu pacarmu?" tanya Jacob, menyadari nada cemburu

yang terpancar dari suara Mike. Aku terkejut rasa cemburu itu begitu nyata.

"Tidak, tentu saja bukan," bisikku. Aku sangat berterima kasih kepada Jacob, dan ingin sekali membuatnya sesenang mungkin. Aku mengedip padanya, tentunya berhati-hati supaya Mike tidak melihat. Jacob tersenyum, senang karena rayuanku yang payah.

“Jadi, kalau aku mendapat SIM-ku...." ia memulai lagi.

“Kau harus mengunjungiku di Forks. Kita harus nongkrong bareng sesekali." Aku merasa bersalah saat mengatakannya, mengingat aku telah memanfaatkannya.

Tapi aku benar-benar menyukai Jacob. Ia sangat mudah diajak berteman.

Mike sudah di dekat kami sekarang, bersama Jessica yang masih tertinggal beberapa langkah. Bisa kulihat Mike menata Jacob dengan pandangan menilai, dan tampak puas melihat penampilannya yang jelas lebih muda dari kami.

"Kau dari mana saja?" tanya Mike, meski jawabannya sudah jelas di hadapannya.

"Jacob baru saja menceritakan beberapa legenda daerah ini" jawabku. "Sangat menarik."

Aku tersenyum hangat kepada Jacob, dan ia balas tersenyum.

"Well" Mike berhenti, sambil berhati-hati mengamati keakrabanku

dengan Jacob. "Kita akan berkemas-kemas— sepertinya sebentar lagi hujan."

Kami memandang langit yang mulai mendung.

Sepertinya memang akan hujan.

"Oke." Aku melompat berdiri.

"Aku datang."

"Senang bertemu lagi denganmu," kata Jacob, dan aku berani bertaruh ia sedang menggoda Mike.

"Aku juga. Kalau nanti Charlie datang untuk bertemu Billy, aku akan ikut," aku berjanji padanya. Jacob tersenyum.

"Akan kutunggu." "Terima kasih," ucapku tulus.

Kukenakan tudung kepalaku ketika kami berjalan menyeberangi bebatuan menuju tempat parkir. Beberapa tetes hujan mulai berjatuhan, meninggalkan noda hitam pada bagian yang ditetesinya.

 Ketika kami sampai di Suburban, anak-anak lain sudah selesai memasukkan barang-barang mereka ke bagasi. Aku merangkak ke jok belakang di sebelah Angela dan Tyler. Aku beralasan sudah cukup melihat pemandangan selama perjalanan tadi.

Angela hanya memandang ke luar jendela, memandangi badai yang semakin dahsyat, dan Lauren beringsut ke jok tengah mendekati Tyler, sehingga aku bisa dengan mudah menyandarkan kepala, memejamkan mata dan berusaha santai.

Penutup Novel Twilight – Golongan Darah Bab 31

Gimana Novel twilight – Golongan Darah Bab 31 ? keren kan ceritanya. Tentunya kamu penasaran apa yang akan terjadi di bab berikutnya. Jangan khawatir kami telah menyiapkannya. Silahkan baca bab berikutnya dengan mengklik tombol nvaigasi bab di bawah ini.

Selanjutnya
Sebelumnya